Bacaan Niat Sholat 5 Waktu Beserta Artinya Lengkap

Senin, April 11th 2016. | Berita Islam

Lafadz Niat Sholat 5 Waktu _ Sholat merupakan suatu perbuatan yang diawali dengan takbirotul ihrom dan diakhiri dengan salam. Dalam melaksanakan sholat 5 waktu yang meliputi shalat subuh, duhur, asyar, maghrib dan isya tentu terdapat aturan didalamnya diantaranya syarat sah sholat, rukun sholat serta sunah-sunah dalam sholat. Salah satu yang menentukan apakah sholat itu sah atau tidak adalah rukun sholat. Niat sholat 5 waktu merupakan rukun sholat yang pertama.

Niat sholat ialah suatu dorongan hati (menyengaja) melakukan suatu perbuatan kemudian diikuti perbuatan tersebut. Sedangkan niat shalat 5 waktu adalah suatu dorongan hati atau menyengaja untuk melakukan sholat 5 waktu (subuh, duhur. Asyar. Maghrib, isya). Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhori dan Muslim yang artinya: sahnya suatu amal perbuatan tergantung niatnya dan tempatnya niat terdapat didalam hati dan bersamaan dengan perbuatannya. Hadits tersebut menunjukkan betapa pentingnya niat dilakukan karena mempengaruhi sah atau tidaknya amal baik yang kita lakukan termasuk sah atau tidaknya sholat 5 waktu yang kita kerjakan. Dan berikut adalah bacaan niat shalat wajib 5 waktu dalam bahasa arab Lengkap Bahasa Arab, Latin dan Artinya.

  • Niat Sholat subuh

اُصَلّى فَرْضَ الصُّبْحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ اَدَاءً مَأْمُوْمًا ِللهِ تَعَالَى

USHOLLII FARDHOSH SHUBHI ROK’ATAINI MUSTAQBILAL QIBLATI ADAA-AN MA’MUUMAN LILLAAHI TA’AALA.

Artinya : Aku berniat shalat fardu Shubuh dua raka’at menghadap kiblat sebagai ma’mum karena Allah Ta’ala

  • Niat Sholat duhur

اُصَلّى فَرْضَ الظُّهْرِاَرْبَعَ رَكَعَاتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ اَدَاءً مَأْمُوْمًا ِللهِ تَعَالَى

USHOLLII FARDHODL DHUHRI ARBA’A RAKA’AATIM MUSTAQBILAL QIBLATI ADAA-AN MA’MUUMAN LILLAAHI TA’AALA.

Artinya : Aku berniat shalat fardu Dhuhur empat raka’at menghadap kiblat sebagai ma’mum karena Allah Ta’ala.

  • Niat Sholat ashar

اُصَلّى فَرْضَ الْعَصْرِاَرْبَعَ رَكَعَاتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ اَدَاءً مَأْمُوْمًا ِللهِ تَعَالَى

USHOLLII FARDHOL ‘ASHRI ARBA’A RAKA’AATIM MUSTAQBILAL QIBLATI ADAA-AN MA’MUUMAN LILLAAHI TA’AALA.

Artinya : Aku berniat shalat fardu ‘Ashar empat raka’at menghadap kiblat sebagai ma’mum karena Allah Ta’ala.

  • Niat Sholat Maghrib

اُصَلّى فَرْضَ الْمَغْرِبِ ثَلاَثَ رَكَعَاتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ اَدَاءً مَأْمُوْمًا ِللهِ تَعَالَى

USHOLLII FARDHOL MAGHRIBI TSALAATSA RAKA’AATIM MUSTAQBILAL QIBLATI ADAA-AN MA’MUUMAN LILLAAHI TA’AALA.

Artinya : Aku berniat shalat fardu Maghrib tiga raka’at menghadap kiblat sebagai ma’mum karena Allah Ta’ala.

  • Niat Sholat Isya

اُصَلّى فَرْضَ الْعِشَاءِ اَرْبَعَ رَكَعَاتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ اَدَاءً مَأْمُوْمًا ِللهِ تَعَالَى

USHOLLII FARDHOL ‘ISYAA’I ARBA’A RAKA’AATIM MUSTAQBILAL QIBLATI ADAA-AN MA’MUUMAN LILLAAHI TA’AALA.

Artinya : Aku berniat shalat fardu ‘Isya empat raka’at menghadap kiblat sebagai ma’mum karena Allah Ta’ala

Uraian diatas memaparkan  niat sholat secara lafadz. Namun dalam praktiknya terjadi perbedaan pendapat antara para ulama mengenai apakah niat sholat 5 waktu harus dilafadzkan dengan lisan atau cukup didalam hati saja  Dalam sebuah ayat yang artinya: tidak diperintahkan seorang ahli kitab kecuali untuk menyembah kepada Alloh dengan Ikhlas di dalam beragama.

Menurut Imam Mawardi Ikhlas berdasarkan pendapat  para ulama adalah niat. Sehingga niat menjadi sangat penting kedudukannya dalam sholat 5 waktu, jika tidak ada niat di dalam sholat maka tidak ada perbedaan antara olahraga dengan beribadah yang sama-sama melakukan suatu gerakan yang berualang-ulang. Dengan kita menyengaja/ niat maka kita sama saja ridho/ mau melakukan perbuatan tersebut.

Baca Juga: Lafadz Doa Setelah Sholat Tahajjud Bahasa Arab dan Latin

Selain itu di dalam sebuah kitab Fathul mu’in halaman 66 diterangkan bahwa niat secara lafadzd atau mengucapkannya secara lisan hukumnya adalah sunah. Karena tempat sejatinya niat adalah didalam hati.  Akan tetapi jika kita melafalkan niat secara lisan hal tersebut akan membantu hati memantapkan niat kita. Sehingga semakin lengkap niat yang kita lakukan karena tidak hanya dihati saja namun juga keduanya, yaitu di lisan dan dihati.

tags: , ,