Batu Giok Aceh Seberat 20 Ton Dihargai 200 Milyar

Kamis, Februari 19th 2015. | Batu Akik

Batu Giok Aceh Seberat 20 Ton Dihargai 200 MilyarIdzsn.com | Berat batu giok yang tengah menghebohkan Nagan raya, Aceh kali ini sekitar 20 ton. Para pencinta batu akik di situ memperkirakan harga batu tersebut Paling mahal adalah sekitar Rp 200 miliar.

Sekretaris Komunitas Pecinta Batu Alam (KPBA) Aceh Hendro Saky menyatakan, kalau dihitung dengan cara kasar, angka Rp 200 miliar dianggap selaku harga yang pas untuk batu yang diperkirakan mempunyai kandungan jenis idocrase super tersebut. Harga batu yang memiliki kandungan tersebut amat tinggi. “Anggaplah dari 20 ton tersebut cuma dua ton saja yang super.

Harga batu akik yang mengandung idocrase super di pasaran batu mulia ialah Rp 100 juta / kilogram. Satu kilogram batu tersebut dapat menghasilkan 10-12 cincin. Artinya, harga dua ton batu tersebut ialah Rp 200 miliar. “Itu belum lain-lain, jenis solar dan juga neon yang harganya di bawah tersebut, ” kata Hendro.

Pada 2 Bulan februari 2015, batu giok 20 ton didapatkan satu orang warga Desa Pante Ara bernama Usman di hutan lindung yang berjarak sekitar sepuluh kilometer dari permukiman. Yaitu di kawasan hutan lindung Desa Pante Ara, Kecamatan Beutong Ateuh, Kabupaten Nagan Raya.

Kabar penemuan tersebut lalu beredar dari mulut menuju ke mulut. Penduduk desa sekitar mulai berdatangan dan juga saling mengklaim kepemilikan batu tersebut. Perebutan tersebut nyaris berujung adu fisik.

Namun sebab ada aturan yang melarang penambangan giok untuk sementara waktu dari pemerintah setempat, batu tersebut tidak dapat diolah Usman. Polisi akhirnya turun tangan. Batu tersebut masih berada di lokasi penemuan dalam penjagaan aparat kepolisian.

Penemuan batu giok seberat 20 ton sempat menimbulkan ketegangan antara masyarakat lokal dengan warga pendatang. Untuk mencegah konflik sosial terjadi, pendatang diminta menghargai adat setempat.

“Jika pendatang menghargai adat setempat, tentu konflik sosial tidak akan terjadi seperti contoh di Nagan Raya, ” kata Ketua Komisi I DPR Aceh, Abdullah Saleh, dalam rapat kerja membahas regulasi giok, di Gedung DPR Aceh.

Rapat kerja ini membahas mengenai rencana penetapan qanun ataupun regulasi me-nyangkut mekanisme pengambilan, pengolahan, dan juga penjualan batu alam jenis akik, giok dan juga lainnya di Aceh.

Dalam rapat kerja tersebut, Abdullah Saleh jua menyarankan agar pemerintah setempat dalam mengambil keputusan lebih memperhatikan adat yang berlaku di masyarakat setempat. Perihal ini, katanya, butuh dilakukan agar konflik sosial tidak terjadi.

“Kita tidak mau konflik sosial ini terus terjadi dan juga mesti lekas di-cari solusi, ” jelasnya.

Baca Juga: Batu Yellow Safir Terjual 675 juta di Aceh

tags: