Biografi ki Hajar Dewantara

Sabtu, Mei 2nd 2015. | Nasional

Biografi ki Hajar Dewantara | Raden Mas Soewardi Soerjaningrat (EYD: ataupun Suwardi Suryaningrat, Yang pada Tahun 1922 men-jadi Ki Hadjar Dewantara, EYD: Ki Hajar Dewantara, ialah aktivis pergerakan kemerdekaan Indonesia, kolumnis, politisi, dan juga pelopor pendidikan bagi kaum pribumi Indonesia dari zaman penjajahan Belanda. Ki Hajar Dewantara adalah pendiri Perguruan Taman Siswa, suatu lembaga pendidikan yang memberikan peluang bagi para pribumi jelata untuk dapat mendapat hak pendidikan seperti halnya para priyayi maupun orang2 Belanda.

Tanggal kelahirannya Ki Hajar Dewantara kini diperingati di Indonesia selaku Hari Pendidikan Nasional. Bagian dari semboyan ciptaannya, tut wuri handayani, men-jadi slogan Kementerian Pendidikan Nasional Indonesia. Namanya diabadikan selaku salah satu buah nama kapal perang Indonesia, KRI Ki Hajar Dewantara. Potret dirinya diabadikan pada duit kertas pecahan 20. 000 rupiah tahun emisi 1998.

Ki Hajar Dewantara dikukuhkan selaku pahlawan nasional yang ke-2 oleh Presiden RI, Soekarno, Tepatnya pada tanggal 28 Bulan november tahun 1959 (Surat Keputusan Presiden Republik Indonesia No. 305 Tahun 1959, tanggal 28 Bulan november 1959).

Masa muda dan juga awal karier

Soewardi punya asal dari lingkungan keluarga Kadipaten Pakualaman, putra dari GPH Soerjaningrat, dan juga cucu dari Pakualam III. Dia menamatkan pendidikan dasar di ELS (Sekolah Dasar Eropa/Belanda). Lalu sempat melanjut menuju ke STOVIA (Sekolah Dokter Bumiputera), tetapi tidak hingga tamat sebab sakit. Lalu dia bekerja selaku penulis dan juga wartawan di sejumlah surat kabar, antara yg lain, Sediotomo, Midden Java, De Expres, Oetoesan Hindia, Kaoem Moeda, Tjahaja Timoer, dan juga Poesara. Kepada masanya, dia tergolong penulis handal. Tulisan-tulisannya komunikatif dan juga tajam dengan semangat antikolonial.

Semboyan dalam sistem pendidikan yang dipakainya kini amat dikenal di kalangan pendidikan Indonesia. Dengan cara utuh, semboyan tersebut dalam bahasa Jawa berbunyi ing ngarso sung tulodo, ing madyo mangun karso, tut wuri handayani. (“di depan memberi contoh, di tengah memberi semangat, di belakang memberi dorongan”). Semboyan ini masih tetap dipakai dalam dunia pendidikan rakyat Indonesia, terlebih di sekolah-sekolah Perguruan Tamansiswa.

Biodata Profil ki Hajar dewantara

  • Nama Asli: Raden Mas Soewardi Soeryaningrat
  • Nama: Ki Hadjar Dewantara
  • Lahir: Yogyakarta, 2 Mei 1889
  • Meninggal: Yogyakarta, 28 April 1959

Pendidikan:

  • Sekolah Dasar di ELS (Sekolah Dasar Belanda)
  • STOVIA (Sekolah Dokter Bumiputera) tak tamat
  • Europeesche Akte, Belanda

Karir Ki Hajar Dewantara:

  • Wartawan Sedyotomo, Midden Java, De Express, Oetoesan Hindia, Kaoem Moeda, Tjahaja Timoer dan Poesara
  • Pendiri Nationaal Onderwijs Instituut Tamansiswa (Perguruan Nasional Tamansiswa), 3 Juli 1922
  • Menteri Pengajaran Kabinet Presidensial, 19 Agustus 1945 – 14 November 1945

Organisasi:

  • Boedi Oetomo, 1908
  • Pendiri Indische Partij (partai politik ke-1 beraliran nasionalisme Indonesia), 25 Desember 1912

Penghargaan:

  • Bapak Pendidikan Nasional, hari kelahirannya 2 Mei dijadikan hari Pendidikan Nasional
  • Doctor Honoris Causa dari Universitas Gajah Mada pada tahun 1957
  • Pahlawan Pergerakan Nasional (Surat Keputusan Presiden No. 305 Tahun 1959, tanggal 28 November 1959).

Baca Juga: Jenis Batu Akik

tags: