Biografi Megawati Presiden Ke 5 Indonesia

Minggu, Mei 3rd 2015. | Nasional

Biografi Megawati Presiden Ke 5 Indonesia | Megawati Soekarnoputri ataupun biasa disapa dengan panggilan “Mbak Mega” (lahir di kota Yogyakarta, pada tanggal 23 Bulan januari 1947, Megawati Soekarnoputri ialah Presiden Indonesia yang kelima yang menjabat semenjak tanggal 23 Bulan juli 2001 — 20 Bulan oktober 2004. Megawati Soekarnoputri adalah presiden perempuan Indonesia kesatu dan juga anak dari presiden Indonesia kesatu, ir.Soekarno, yang lalu me-ngikuti jejak ayahnya men-jadi Presiden Indonesia. Pada 20 Bulan september 2004, Megawati Soekarnoputri kalah suara dari Susilo Bambang Yudhoyono dalam Pemilu Presiden 2004 putaran yang ke-2.

Megawati Soekarnoputri men-jadi presiden sesudah MPR mengadakan Sidang Istimewa MPR pada tahun 2001. Sidang Istimewa MPR ini diadakan dalam menanggapi langkah Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur) yang membekukan lembaga MPR/DPR dan juga Partai Golkar. Megawati Soekarnoputri dilantik pada tanggal 23 Bulan juli 2001. Sebelumnya dari tahun 1999–2001, Megawati Soekarnoputri menjabat Wakil Presiden pada pemerintahan Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur).

Ibu Megawati Soekarnoputri ialah anak ke-2 Presiden Soekarno yang telah memproklamasikan kemerdekaan Indonesia pada tanggal 17 Bulan agustus tahun 1945. Ibunda Megawati, Fatmawati, ialah satu orang gadis kelahiran Bengkulu di mana Soekarno dahulu pernah diasingkan pada masa penjajahan Belanda. Megawati Soekarnoputri dilahirkan pada masa Agresi Militer Belanda. Pada waktu Soekarno diasingkan menuju ke pulau Bangka, Fatmawati melahirkan satu orang bayi yang dinamai Megawati Soekarno Putri, pada tanggal 23 Bulan januari 1947 di kampung Ledok Ratmakan, tepi barat Kali Code. Sesudah kemerdekaan Indonesia, Megawati lalu dibesarkan dalam suasana kemewahan di Istana Merdeka.

Jejak politik sang ayah berpengaruh kuat kepada diri Megawati Soekarnoputri. Sebab semenjak mahasiswa, ketika kuliah di Fakultas Pertanian Universitas Pajajaran, dia pun senantiasa aktif di Gerak-gerik Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI). Tahun 1986 dia mulai masuk ke dunia politik, selaku wakil ketua PDI Cabang Jakarta Pusat. Karier politiknya terbilang melesat. Mega cuma butuh waktu satu tahun men-jadi anggota DPR RI. Dalam Kongres Luar Biasa PDI yang diselenggarakan di Surabaya 1993, Megawati terpilih dengan cara aklamasi selaku Ketua Umum PDI. Namun, pemerintah tidak puas dengan terpilihnya Mega selaku Ketua Umum PDI. Mega pun didongkel dalam Kongres PDI di Medan pada tahun 1996, yang memilih Soerjadi selaku Ketua Umum PDI.

Mega tidak menerima pendongkelan dirinya dan juga tidak mengakui Kongres Medan. Dia masih merasa selaku Ketua Umum PDI yang sah. Kantor dan juga perlengkapannya pun dikuasai oleh pihak Mega. Pihak Mega tidak mau surut satu langkah pun. Mereka tetap berusaha mempertahankan kantor DPP PDI. Namun, Soerjadi yang didukung pemerintah memberi ancaman hendak merebut dengan cara paksa kantor DPP PDI yang terletak di Jalan Diponegoro.

Ancaman Soerjadi lalu men-jadi kenyataan. Tanggal 27 Bulan juli 1996 kelompok Soerjadi benar-benar merebut kantor DPP PDI dari pendukung Mega. Aksi penyerangan yang menyebabkan puluhan pendukung Mega meninggal tersebut, berbuntut pada kerusuhan massal di Jakarta yang dikenal dengan nama Peristiwa 27 Bulan juli. Kerusuhan tersebut pula yang membikin sejumlah aktivis mendekam di penjara.

Peristiwa penyerangan kantor DPP PDI tidak menyurutkan langkah Mega. Malah, dia makin mantap mengibarkan perlawanan. Dia memilih jalur hukum, walaupun lalu gagal di pengadilan. Mega tetap tidak berhenti. Tidak pelak, PDI pun terpisah men-jadi PDI di bawah Soerjadi dan juga PDI pimpinan Mega. Pemerintah mengakui Soerjadi selaku Ketua Umum PDI yang sah. Namun, massa PDI lebih berpihak kepada Mega. Keberpihakan massa PDI kepada Mega makin nampak terlihat pada pemilu 1997. Perolehan suara PDI di bawah Soerjadi merosot tajam. Beberapa bagian massa Mega berpihak menuju Partai Persatuan Pembangunan, yang lalu melahirkan istilah “Mega Bintang”. Mega sendiri memilih golput pada saat itu.

Pada Rapat Kerja Nasional (Rakernas) IV PDI-P, Semarang, Jawa Tengah, 20 Bulan september 2014, Megawati ditunjuk kembali untuk men-jadi Ketua Umum PDI-P periode 2015-2020. Dan Bagi anda yang mau tau Perjalanan karier Megawati berikut ulasan lengkapnya.

Biodata Profil Megawati Soekarnoputri

  • Nama Lengkap: Dyah Permata Megawati Setyawati Soekarnoputri
  • Nama Panggilan: Megawati, Mega, Mbak Mega
  • Tempat Lahir: Yogyakarta, Indonesia
  • Tanggal Lahir: Kamis, 23 Januari 1947
  • Anak: Mohammad Prananda, Puan Maharani, Mohammad Rizki Pratama
  • Suami: Surindro Supjarso 1968-1971, Moh. Taufiq Kiemas 1973-2013
  • Ayah: Soekarno
  • Ibu: Fatmawati Soekarno
  • Kebangsaan: Indonesia
  • Partai politik: PDI Perjuangan

Alamat Tempat tinggal:

  • Jalan Teuku Umar 27-A | Jakarta Pusat
  • Jl. Kebagusan IV No 45 RT 010 RW 04 Kel. Kebagusan Kec. Pasar Minggu | Jakarta Selatan

PENGHARGAAN MEGAWATI

  • Priyadarshni Award dari lembaga Priyadarshni Academy, Mumbay, India
  • Doctor Honoris Causa dari Universitas Waseda

KARIR MEGAWATI

  • ( Tahun 1965 ) Anggota Gerakan Mahasiswa Nasional Indonsia (Bandung)
  • ( Tahun 1993 ) Anggota DPR-RI
  • Anggota Fraksi PDI Komisi IV
  • ( Tahun 1987-1997 ) Ketua DPC PDI Jakarta Pusat, Anggota FPDI DPR-RI
  • Ketua Umum PDI versi
  • Munas Kemang (1993-sekarang) PDI yang dipimpinnya berganti nama menjadi PDI Perjuangan pada 1999-sekarang
  • ( Tahun 1999-23 juli 2001 ) Wakil Presiden RI
  • ( Tahun 2001-2004 ) Presiden RI ke-5

PENDIDIKAN MEGAWATI

  • ( Tahun 1954-1959 ) SD Perguruan Cikini Jakarta
  • ( Tahun 1960-1962 ) SLTP Perguruan Cikini Jakarta
  • ( Tahun 1963-1965 ) SLTA Perguruan Cikini Jakarta
  • ( Tahun 1965-1967) Fakultas Pertanian UNPAD Bandung, tak selesai
  • ( Tahun 1970-1972 ) Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, tak selesai

Baca Juga: Biografi ir.Soekarno

tags: