Biografi ra Kartini Pahlawan Nasional

Minggu, Mei 3rd 2015. | Nasional

Biografi ra Kartini Pahlawan Nasional | Raden Adjeng Kartini ataupun yang lebih familiar disapa ra kartini adalah Pahlawan Nasional Indonesia selaku pelopor kebangkitan perempuan pribumi Yang lahir di Jepara, Jawa Tengah, pada tanggal 21 Bulan april 1879 – dan juga meninggal di Rembang, Jawa Tengah, pada tanggal 17 Bulan september tahun 1904 di umur 25 tahun) ataupun sebenarnya lebih pas disebut Raden Ayu Kartini.

Ayah ra Kartini, Bernama R. M. Sosroningrat. Ra ataupun Raden ajeng Kartini punya asal dari kalangan priyayi ataupun kelas bangsawan Jawa. Ra Kartini adalah putri dari Raden Mas Adipati Ario Sosroningrat, satu orang patih yang diangkat men-jadi bupati Jepara lekas sesudah Kartini lahir. Dia ialah putri dari istri kesatu, namun bukanlah istri utama. Ibunya bernama M. A. Ngasirah, putri dari Nyai Haji Siti Aminah dan juga Kyai Haji Madirono, satu orang guru agama di Telukawur, Jepara. Dari sisi ayahnya, silsilah Kartini dapat dilacak hingga Hamengkubuwana VI. Garis keturunan Bupati Sosroningrat lebih-lagi dapat ditilik kembali ke istana Kerajaan Majapahit. Semenjak Pangeran Dangirin men-jadi bupati Surabaya pada abad ke-18, nenek moyang Sosroningrat me-ngisi banyak posisi urgen di Pangreh Praja.

Ra Kartini ialah anak kelima dari 11 bersaudara kandung dan juga tiri. Dari kesemua saudara sekandung, Kartini ialah anak perempuan tertua. Kakeknya, Pangeran Ario Tjondronegoro IV, diangkat bupati dalam usia 25 tahun dan juga dikenal pada pertengahan abad ke-19 selaku salah 1 bupati kesatu yang memberi pendidikan Barat ke-pada anak-anaknya. Kakak Kartini, Sosrokartono, ialah satu orang yang pandai dalam bidang bahasa. Hingga usia 12 tahun, Kartini diperbolehkan bersekolah di ELS (Europese Lagere School). Di sini antara yg lain Kartini belajar bahasa Belanda. Namun sesudah usia 12 tahun, dia mesti tinggal di rumah sebab telah dapat dipingit.

Sebab Kartini dapat berbahasa Belanda, maka di rumah dia mulai belajar sendiri dan juga menulis surat kepada teman-teman korespondensi yang punya asal dari Belanda. Salah 1nya ialah Rosa Abendanon yang banyak mendukungnya. Dari buku-buku, koran, dan juga majalah Eropa, Kartini tertarik pada kemajuan berpikir perempuan Eropa. Timbul keinginannya untuk memajukan perempuan pribumi, sebab dia menatap bahwa memang perempuan pribumi berada pada status sosial yang rendah.

Berkat kegigihannya Kartini, lalu didirikan Sekolah Perempuan oleh Yayasan Kartini di Semarang pada tahun 1912 silam, dan juga lalu di Surabaya, Yogyakarta, Malang, Madiun, Cirebon dan juga daerah lainnya. Nama sekolah tersebut ialah “Sekolah Kartini”. Yayasan Kartini ini didirikan oleh keluarga Van Deventer, satu orang tokoh Politik Etis. Sesudah Kartini meninggal dunia, Mr. J. H. Abendanon mengumpulkan dan juga membukukan surat-surat yang pernah dikirimkan R. A Kartini pada teman-temannya di Eropa. Abendanon ketika tersebut menjabat selaku Menteri Kebudayaan, Agama, dan juga Kerajinan Hindia Belanda. Buku tersebut diberi judul Door Duisternis tot Licht yang arti harfiahnya “Dari Kegelapan Menuju Cahaya”. Buku kumpulan surat Kartini ini diterbitkan pada tahun 1911. Buku ini dicetak sebanyak lima kali, dan juga pada cetakan terakhir terdapat tambahan surat Kartini.

Di tahun 1922, Balai Pustaka menerbitkannya dalam bahasa Melayu dengan judul yang diterjemahkan men-jadi Habis Gelap Terbitlah Terang: Boeah Pikiran, yang adalah terjemahan oleh Empat Saudara. Lalu tahun 1938, keluarlah Habis Gelap Terbitlah Terang versi Armijn Pane satu orang sastrawan Pujangga Baru. Armijn membagi buku men-jadi lima bab pembahasan untuk memperlihatkan perubahan cara berpikir Kartini sepanjang waktu korespondensinya. Versi ini sempat dicetak sebanyak sebelas kali. Surat-surat Kartini dalam bahasa Inggris jua pernah diterjemahkan oleh Agnes L. Symmers. Selain tersebut, surat-surat Kartini jua pernah diterjemahkan ke dalam bahasa-bahasa Jawa dan juga Sunda.

Biografi Profil Ra Kartini

  • Nama Lengkap: Raden Ajeng Kartini
  • TTL: Desa Mayong, Jepara, Jawa Tengah, 21 Bulan april 1879
  • Agama: Islam
  • Nama Ayah: Raden Mas Adipati Ario Sosroningrat
  • Nama Ibu: Ngasirah
  • Nama Suami: Singgih Djojo Adhiningrat
  • Nama Anak: Soesalit Djojoadhiningrat
  • Meninggal: Rembang, Jawa Tengah. 17 Bulan september 1904 (25 Tahun)

Penghargaan ra Kartini :

  • Pahlawan Kemerdekaan Nasional Indonesia (Keputusan Presiden Republik Indonesia, Dr.H.ir.Soekarno, No. 108 Tahun 1964,tanggal dua Bulan mei 1964)
  • Pelopor kebangkitan perempuan pribumi (emansipasi perempuan)

Berikut kutipan buku mengenai R. A Kartini

  • Habis Gelap Terbitlah Terang; Boeah Pikiran.
  • Surat-surat Kartini, Renungan Mengenai dan juga Untuk Bangsanya
  • Letters from Kartini, An Indonesian Feminist 1900-1904
  • Panggil Saya Kartini Saja
  • Kartini Surat-surat ke-pada Ny RM Abendanon-Mandri dan juga suaminya
  • Aku Mau… Feminisme dan juga Nasionalisme. Surat-surat Kartini ke-pada Stella Zeehandelaar 1899-1903

Salah 1 bukti nyata R. A Kartini dalam memajukan perempuan indonesia adalah, Beliau Membangun sekolah perempuan kesatu kepada masa pendudukan Hindia-Belanda Dan juga seluruh koleksi surat R. A Kartini untuk kawan nya di eropa di koleksi dan juga di buku kan oleh Mr. J. H. Abendanondan yang lalu di jadikan insprirasi bagi tokoh Kebangkitan Nasional Seperti W. R Soepratman yang menciptakan lagu Ibu Kita Kartini. Tahu kah kalian semua Bahwa? Untuk mengenang jasa R. A Kartini, presiden Ir Soekarno lah yang menetapkan hari lahir Kartini, tanggal 21 Bulan april, untuk diperingati tiap tahun selaku hari besar yang lalu dikenal selaku Hari Kartini.

Baca Juga: Biografi Ki Hajar Dewantara

tags: