Jenis jenis Manusia Purba

Selasa, April 14th 2015. | Nasional

Jenis jenis Manusia PurbaIdzsn.com | Jenis Jenis Manusia Purba Di Indonesia Dan juga Ciri-cirinya serta Area Penemuannya, Di Indonesia penelitian mengenai jenis2 manusia purba sudah dilakukan semenjak abad ke-18 Masehi, dirintis oleh satu orang dokter Belanda bernama Eugene Dubois. Mula mula dia mengadakan penelitian di Sumatera Barat namun tidak membuahkan hasil, lalu dia pindah menuju ke Pulau Jawa. Di Pulau Jawa tersebut, dia berhasil menemukan fosil manusia purba di desa Trinil, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur pada tahun 1891 silam. Fosil manusia purba dia beri nama pithecanthropus erectus, yang artinya manusia kera yang berjalan tegak.

Penemuan fosil selanjutnya pada tahun 1936 oleh Weidenrich. Dia menemukan fosil tengkorak anak di Lembah
Sungai Brantas, desa Jetis, Mojokerto. Weidenrich menamakan fosilnya Pithecanthropus Robustus. Fosil sejenis jua didapatkan oleh von Koenigswald di Mojokerto, dia menyebutnya Pithecanthropus Mojokertensis.

Pada penelitian dan juga penggalian arkeologis antara tahun 1936–1941, von Koenigswald berhasil menemukan fosil manusia purba. Diperkirakan fosil manusia purba tersebut ialah manusia tertua di Indonesia yang hidup satu hingga dua juta tahun yang lalu. Maka dari itu para pakar arkeologi menamakannya Meganthropus Palaeojavanicus, artinya manusia raksasa tertua dari Jawa. Meganthropus Palaeojavanicus hidup sezaman dengan Pithecanthropus Mojokertensis, namun tingkat kehidupannya lebih primitif.

Selanjutnya, didapatkan fosil-fosil manusia purba Indonesia, yang tingkat kemampuannya lebih tinggi dibanding jenis Pithecanthropus, yaitu jenis Homo Sapiens (manusia yang berpikir). Jenis manusia homo sapiens yang didapatkan di Indonesia, antara lain adalah sebagai berikut.

1. Meganthropus (Manusia Besar)

Meganthropus

Meganthropus

Meganthropus punya asal dari dua kata, Megas artinya gede ataupun raksasa dan juga anthropus artinya manusia. Jenis manusia purba Meganthropus didapatkan oleh Van Koenigswald kepada tahun 1936 di daerah Sangiran. Hasil penemuannya ini sering dikenal dengan nama Meganthropus Palaeojavanicus, artinya manusia raksasa dari Jawa. Jenis manusia ini memiliki rahang kuat dengan badan yang tegap. Mereka diperkirakan hidup dengan cara mengumpulkan bahan makanan, terutama tumbuh-tumbuhan. Meganthropus diperkirakan hidup sekitar dua hingga satu juta tahun yang lalu semenjak penelitian.

2. Pithecanthropus (Manusia Kera Berjalan Tegak)

Pithecanthropus

Pithecanthropus

Pithecanthropus adalah jenis yang ter banyak didapatkan di Indonesia. Hasil penemuan di Indonesia, antara yg lain Pithecanthropus Erectus, Pithecanthropus Mojokertensis, dan juga Pithecanthropus Soloensis. Pithecanthropus Erectus artinya manusia kera yang berjalan tegak. Jenis ini didapatkan oleh Eugene Dubois tahun 1891 di Trinil. Pithecanthropus Mojokertensis didapatkan di Jetis dekat Mojokerto Jawa Timur oleh Von Koenigswald. Pithecanthropus Soloensis sementara tersebut didapatkan di Ngandong, lembah Bengawan Solo oleh Von Koenigswald, Ter Haar, dan juga Oppenoorth. Sejumlah ciri manusia Pithecanthropus, antara yg lain selaku berikut.

3. Homo

Homo

Homo

Ada dua jenis fosil homo yang didapatkan di Indonesia, yaitu Homo Wajakensis dan juga Homo Soloensis.
Manusi Purba Homo Wajakensis berarti manusia dari Wajak. Eugene Dubois menemukan fosil ini kepada tahun 1889 di dekat Wajak, Tulungagung Jawa Timur. Homo Wajakensis diperkirakan men-jadi nenek moyang dari ras Australoid yang adalah penduduk asli Australia. Manusia Purba Homo Soloensis adalah manusia dari Solo didapatkan di Ngandong, lembah Bengawan Solo antara tahun 1931–1934. Penemunya ialah Ter Haar dan juga Oppenorth. Kehidupan Homo Soloensis telah lebih maju dengan beragam tool untuk me-menuhi kebutuhan dan juga mempertahankan hidup dari beragam ancaman.

Homo Soloensis dan juga Homo Wajakensis lalu mengalami perubahan. Jenis homo ini diberi nama Homo Sapiens. Homo Sapiens lebih sempurna dilihat dari cara berpikir walaupun masih amat sederhana. Homo Sapiens berarti manusia cerdas, diperkirakan hidup 40. 000 tahun yang lalu sesudah penelitian. Jenis ini-lah yang nanti-nya men-jadi nenek moyang bangsa Indonesia.

Baca Juga: Ular Terbesar di Dunia

tags: