Khutbah Hari Raya Idul Fitri dan Idul Adha

Minggu, Mei 15th 2016. | Berita Islam

Dalam melaksanakan salat berjamaah, tentu sangat sering kita temui tenatng khutbah. Dalam islam, khutbah memang sering dilakukan oleh seorang khotib demi mengajak umatnya untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Dalam berbagai kesempatan, khutbah yang ditemui pun berbeda-beda, tergantung dari jenis shalat apa yang senang dijalannya. Salah satu yang setiap tahun ada, ialah khutbah Idul Fitri. Dalam hari raya umat islam ini, setelah pelaksanaan shalat, tentu saja pasti diselingi dengan khutbah. Biasanya dalam khutbah Idul Fitri sang khotib akan memaparkan tema-tama yang berhubungan dengan hari kemenangan. Tema tersebut memang tema yang dipilih karena menyambut hari raya Idul Fitri yang merupakan hari kemenangan bagi umat islam. Durasi dalam khutbah Idul Fitri pun bermacam-macam, ada yang singkat ada juga yang panjang. Namun  idealnya dalam melakukan khutbah, memang harus dilakukan oleh khotib yang memiliki jam terbang yang tinggi sehingga ketika menympaikan tema khutbah, akan mudah dipahami oleh umat dan dapat dijalankan dengan baik.

Dalam melaksanakan khutbah, memang tidak ada ciri-ciri khusus yang harus dimiiki oleh khotib. Dalam khutbah Idul Fitri pun bisa dilakukan oleh berbagai kalangan, asal memiliki syarat-syarat berikut. Yang pertma ialah baligh, khotib yang melakukan khutbah tentu harus memiliki syarat ini, karena akan menyampaikan sesuatu yang berhubungan dengn Al Quran dan juga hadist. Yang kedua ialah paham hadist dan hafal Al Quran. Seperti khutbah pada umumnya, tentu akan sangat bagus jika diselingi dengan sejumlah hadist atau ayat Al Quran karena akan lebih mendukung dari penjelasan yang akan dipaparkan. Komposisi hadist pun dapat disesuakan dengan tema khutbah yang dibawa.

Disarankan memang tidak terlalu banyak dan juga tidak terlalu sedikti. Yang ketiga ialah memiliki bahasa yang mudah dipahami. Ini merupakan syarat yang penting bagi seorang khotib, apalagi bagi khotib yang melakukan khutbah-khutbah disaat yang penting seperti khutbah Idul Fitri karena akan menyampaikan tema-tema yang berhubungan dengan kehidupan sehari-hari dan juga amalan-amalan yang wajib diakukan sesama manusia. Jika bahasanya tidak mudah dipahami Tentu saja akan sulit dimengerti dan tidak akan kena di hati umat. Yang terakhir aalahharus berpakaian bersih dan sopan.

Dalam khutbah, ada beberapa jenis yang ada, selain khutbah Idul Fitri, ada juga khutbah jumat, khutbah nikah, khutbah gerhana dan khutbah yang lain. Rasulullah SAW memberikan pedoman yang bisa diterapkan oleh para khotib dalam melakukan khutbah. Rasulullah SAW menganjurkan untuk meulai khutbah dengan membaca hamdalah, diteruskan dengan membaca salawat serta membaca salam yang ditutup dengan ama’badu. Hal itu seperti djelaskan oleh Imam Ibnul Qayyim yang mengatakan bahwa Rasul tidak pernah memulai akan khutbahnya jika tidak membaca hamdalah, membaca dua kalimat syahadat dan membaca salawat atas nama dirinya. Selain itu, tahap awal yang dianjurkan oleh Rasulullah, para ulama juga menetapkan isi khutbah menjadi 5 rukun, yakni dua tahap awal tadi, dilanjutkan dengan berwasiat dalam keimanan, menyelingi dengan membaca Al Qur’an, dan terakhir berdoa untuk kaum muslimin.

Baca Juga: Niat Sholat Hari Raya Idul Fitri Lengkap Arab, Latin dan Artinya

Khutbah merupakan sesuatu yang harus disampaikan oleh khatib yang merupakan hal-hal yang berhubungan dalam agama. Jika ingin melakukan khutbah sebaiknya harus mempersiapkan mentah dan fisik terlebih dahulu. Jika pun, harus melakukan latihan sebelum naik mimbar. Apalagi jika melakukan khutbah di saat yang penting seperti khutbah Idul Fitri dan Idul Adha. Selain itu harus menggunakan bahasa yang mudah dipahami karena akan membuat umat menyerap isi khutbah dengan mudah dan dilakukan dengan suara yang jelas dan lantang.

tags: , , ,