Mengenal Lebih Dalam Mengenai Rukun Haji dan Wajib Haji

Jumat, Februari 19th 2016. | Berita Islam

Rukun Haji dan Wajib Haji _ Semua pemeluk Agama Islam wajib menjalankan Rukun Haji yang mempunyai pengertian sebuah pekerjaan yang harus dilakukan ketika menjalankan Ibadah Haji. Dan Juga Sebagai Umat Islam Penting Untuk Kita Ketahui Mengenai Wajib Haji, Rukun Haji dan Penjelasannya, Perbedaan Rukun Haji dan Wajib Haji, Rukun Haji dan Umroh dan Doa Rukun Haji Yang sangat penting untuk kita ketahui bersama. Jika seseorang melupakan tiga dari enam rukun yang diajarkan, sudah dapat dipastikan bahwa Ibadah Haji orang itu gagal total dan orang tidak bisa menggantinya dengan apapun juga. Didalam Agama Islam terdapat enam Rukun Haji, keenamnya adalah:

  1. Ihram atau minat menjalankan Ibadah Umroh dengan cara mengenakan pakaian Ihram pada sebuah Miqat yang dikehendaki.
    Ada dua macam Miqat: sebuah tempat untuk Jama’ah Haji memakai pakaian Ihram ingin menjalankan Ibadah Umrohyang disebut Miqad`Makani; saat seseorang tidak diperbolehkan untuk menjalankan Ibadah Umroh atau disebut juga dengan Miqad Zamani.
  2. Menjalankan Wukuf di Padang Arafah pada saat yang sudah ditentukan dimulai dari matahari terbenam ketika tanggal sembilan bulan Umroh dan berakhir pada saat fajar terbit tanggal sepuluh ketika menunaikan Ibadah Umroh.
  3. Melaksanakan Thawaf atau dengan kata lain memutari Ka’bah sebanyak tujuh putaran. Adapun syarat melaksanakan Thawaf adalah: urat harus tertutup; bersih dari segala macam bentuk kenajisan dan dosa; posisi Ka’bah harus terletak di sebelah kiri orang yang sedang melaksanakan Thawaf; Thawaf diawali dari Hajar Aswad; melakukan Thawaf sebanyak tujuh putaran; wajib melakukan Thawaf di dalam Masjid seperti yang dilakukan oleh para Rasul. Thawaf itu ada banyak macam, diantaranya: Thawaf saat baru tiba di tempat tujuan atau Thawaf Qudum; Thawaf Rukun Haji atau disebut juga Thawaf Ifadah; Thawaf saat hendak meninggalkan Makkah atau disebut dengan Thawaf Wada; Menghalalkan suatu benda yang diharamkan oleh karena Ihram disebut juga Thawaf Tahallul;  menazarkan Thawaf atau Thawaf Nadzar; Thawaf Sunnah.
  4. Lari-lari kecil mengitari bukit Shafa dan Marwah disebut juga Sa’i. Syarat melaksanakan Sa’i adalah: lari mulai dari bukit Shafa menuju bukit Marwah; melaksanakan Sa’i sebanyak tujuh kali seperti yang diajarkan oleh Rasul Allah; sa’i dilaksanakan setelah melaksanakan Thawaf.
  5. Menggunting tiga helai rambut atau disebut juga Tahallul. Wajib hukumnya bagi pria untuk menggunting rambut mereka sampai habis. Wajib hukumnya bagi wanita untuk menggunting ujung rambut sampai sepanjang jari.
  6. Melaksanakan dan menertibkan semua Rukun Haji sesuai dengan urutannya.

Dalam Agama Islam juga dikenal lima macam Wajib Haji, kelimanya adalah:

  1. Wajib melaksanakan Ihram dari Miqat tepat pada waktu dan tempat yang telah ditentukan. Melaksanakan Miqat Zamani pada saat bulan Syawal, Dzulqa’dah, selama sepuluh malam bulan Dzulhijjah sampai pada malam hari raya Qurban. Mengenai Miqat Makani itu tergantung seseorang itu berasal dari mana.
  2. Umat Muslim wajib melemparkan tiga macam jumroh. Ketiga jumroh tersebut adalah jumroh Ula, jumroh Wustha dan terakhir adalah jumroh Aqabah. Mereka wajib melempar jumroh pada tanggal sebelas, dua belas dan tiga belas saat bulan haji dan dilaksanakn saat matahari tenggelam setiap hari. Syarat ketika melaksanakan lempar jumroh adalah: jumroh harus dilempar dengan tujuh batu dengan cara dilemparkan satu demi satu; tiga jumroh yang ada harus ditertibkan dimulai dari jumroh pertama yang terletak di dekat Masjid Khifa, setelah itu jumroh yang ada di tengah, dan setelah itu adalah jumroh yang terakhir; jumroh harus dilontarkan dengan menggunakan batu kerikil, jika menggunakan selain batu kerikil maka pelontaran jumroh dianggap tidak sah dan menyalahi aturan yang ada.
  3. Umat Muslim harus melaksanakan Mabit di Muzdalifah setelah tengah malam pada malam hari raya setelah tiba di padang Arafah. Apabila seseorang didapati telah berjalan dari Muzdalifah pada waktu tengah hari maka orang itu harus membayar denda.
  4. Wajib melaksanakan Mabit di Mina untuk para Jama’ah ketika tanggal dua belas Dzulhijjah sampai saat ketika terbenamnya matahari berada di Mina maka Jama’ah tersebut harus menginap lagi di Mina saat tanggal tiga belas Dzulhijjah untuk melaksanakan pelemparan jumroh.
  5. Umat Islam wajib melaksanakan Thawaf perpisahan atau yang disebut juga dengan Thawaf Wada’ . umat Islam yang akan meninggalkan Makkah dana hendak kembali ke kota tempat tinggalnya wajib untuk melaksanakan Thawaf Wada’. Aturan Thawaf Wada’ sama persis dengan Thawaf Ifadah dan Thawaf Qudum.

Baca Juga: 6 Rukun Iman dan 5 Rukun Islam serta Penjelasannya

Sangat indah dan bermakna sekali Rukun Haji untuk Umat Islam. Umat Islam harus menjalankannya dengan penuh rasa syukur. Karena dengan menjalankannya maka umat Islam akan semakin dengan dengan Sang Pencipta.

tags: , ,