Sinetron 7 Manusia Harimau

Jumat, Mei 1st 2015. | Entertaiment

Sinetron 7 Manusia Harimau | 7 Manusia Harimau ialah sinetron produksi SinemArt yang ditayangkan Langsung oleh RCTI. Sinetron 7 Manusia Harimau ini diangkat dari serial novel Tujuh Manusia Harimau karya Motinggo Boesje. pada tahun 1986, jilid kesatu dari novel tersebut telah diadaptasi men-jadi film tujuh Manusia Harimau. Sinetron 7 Manusia Harimau ini ditayangkan RCTI tiap hari pukul 20: 15 – 22: 00 WAKTU INDONESIA BAGIAN BARAT (WIB).

Sinopsis 7 Manusia Harimau, Gumara merupakan satu orang guru yang minta ke dinas untuk dipindahkan menuju ke satu buah desa di Bengkulu. Ketika di Kecamatan Kayu 5, dia merasakan udara dan juga alam yang cocok dengan sekitarnya. Menurut neneknya, itu merupakan ialah kawasan lahir ayahnya yang bernama Peto Alam. Dikarenakan terancam, ibu beserta neneknya membawanya lari dari Desa Kumayan yang adalah satu buah desa di Kecamatan Kayu Lima yang senantiasa diliputi kabut, kabut pegunungan yang sekaligus kabut misteri yang sulit diterima logika.

Penduduk desa tetangga Kumayan memberi julukan yang amat menyeramkan bagi desa tersebut, yaitu “gudang ilmu hitam”. Di situ bersemayam para manusia yang memiliki ilmu harimau yang sebenarnya untuk menjaga kebun kopi mereka yang luas dari gangguan pencuri yang takut kalau menatap harimau. Ayah dan juga ibunya ialah keturunan ketiga manusia harimau, dan juga dia adalah keturunan keempat. Dia menganggap tersebut hanyalah mitos belaka.

Sesampai bus yang mengantarnya, lingkungan sekitar telah sepi. Di ketika tengah berjalan-jalan, dia ditemui Yunus yang mengendarai sepeda motor. Yunus adalah pesuruh sekolah tempatnya hendak bertugas, dan juga mengantarnya menuju ke rumah dinas. Belum lama sesampainya di rumah dinasnya, dia menanyakan rumah Lebai Karat kepada Yunus. Dari pesuruh sekolah tersebut, dia memperoleh informasi mengenai Desa Kumayan. Ketika itu, seseorang menguping dari balik jendela rumah.

Tidak terlampau lama sesudah Yunus berangkat, mendadak dia mendengar suara harimau dan juga menatap seekor harimau yang gede menyelinap masuk menuju dalam semak-semak di samping rumah dinasnya. Peristiwa tersebut membuat-nya penasaran, diambilnya senter dan juga dia keluar rumah. Sejumlah cobaan dia temui dalam perjalanan, dari satu orang gadis yang meminta pertolongan, hingga pertemuannya dengan Humbalang yang jua ternyata keturunan manusia harimau. Ternyata Lebai Karat tidak menyenangi kehadiran dirinya, lebih-lagi sempat hendak menyerangnya. Untungnya anak gadis Lebai Karat yang bernama Karina langsung mengingatkan Lebai Karat. Gumara Peto Alam langsung pulang dengan perasaan kaget dan juga sedikit takut.

Banyak hal hal baru yang Gumara temui di lingkungan barunya, mulai dari gangguan di rumahnya, lebih-lagi dia pun sempat mesti masuk penjara sebab dituduh membunuh, kena teluh, hingga men-jadi kepedulian para keturunan manusia harimau lainnya seperti Lebai Karat, Putih Kelabu, Rajo Langit, dan juga Humbalang. Mereka mulai mencurigai bahwa memang Gumara ialah manusia harimau ketujuh yang selama ini mereka tunggu untuk menyempurnakan kelompok mereka.

Gerak-gerik Gumara amat diperhatikan, sebab kalau dia menolak kelompok tersebut maka nyawanya dapat terancam. Tidak cuma itu, Gumara jua mesti dihadapkan kepada dua gadis cuantik, Karina dan juga Pitaloka. Mereka keturunan manusia harimau, maka keduanya memiliki kesaktian dan juga pandai. Mereka ber-2 jua bersekolah di area Gumara mengajar.

Gumara terlibat lebih dalam di lingkungan Kumayan. Awalnya dia cuma mau men-jadi guru yang mengajar ilmu fisika dan juga matematika beserta mengenal sejarah hidup silsilah keluarganya, namun ternyata kehadirannya di Desa Kumayan menimbulkan kemelut yang berkelanjutan. Dan Berikut adalah Daftar Pemain Sinetron 7 Manusia Harimau.

  • Samuel Zylgwyn Gumara Peto Alam
  • Ochi Rosdiana Pitaloka
  • Anthony Xie Dasa Laksana (Pemburu Binatang Liar)
  • Syahnaz Sadiqah Karina
  • Boy Hamzah Humbalang
  • Ammar Zoni Rajo Langit
  • Adjie Pangestu Lebai Karat
  • Willy Dozan Harimau Tunggal/Ki Tunggal
  • Samuel Rizal Erik Laksana
  • Sigit Hardadi Putih Kelabu / Atuk Abu
  • Juan Christian Limbubu
  • Cut Meyriska Putri Semindang Rindu
  • Amoroso Katamsi Jamhur (kepala sekolah)
  • Ranty Maria Ratna
  • Leon Dozan Arsya
  • Ichal Muhammad Rifai Paliki
  • Alifian Putra Medi
  • Aura Nabilla Izzathi Farah
  • Wina Zulfiana Puyang Tunggal
  • Shaheila Gianetti Lolita
  • Meriam Bellina Ratu Hangcinda
  • Aldisar Syafar Yunus
  • Ratu Dewi Imasy Ratih
  • Connie Sutedja Neneknya Gumara
  • Chandra Sundawa Badrul
  • Krisna Murti Pak Jhoni
  • Wike Afiyanti Tudung Merah
  • Mayang Wulandari Pinna
  • Maria Lynch Nina
  • Vera Detty Ibunya Medi
  • Joseph Hungan Ki Rotan
  • Dhany Ardan Panglima Artaya
  • Riyanto RA Rahman
  • Sylvia Pudjoningsih Puspa
  • Maria Glennon Puyang Maut
  • Pepi Febiyanti Tebat Hijau
  • Carissa Elfarizi Tia (Ibunya Cempaka)
  • Vivian Alamsyah Ratu Saga
  • Obar Sobari Zahyadi
  • Dewi Natalia Melly
  • Ryan Septiandy Ismail Resta
  • Faza Nadhirah Cempaka
  • Habibi Jelatang
  • Devi Lanni Ratu Sekat Junjung
  • Barry Prabu Pungka
  • Roger Danuarta Gora (Siluman Serigala)

Perbedaan dengan versi novel dan juga film, Dibawah ini sejumlah perbedaannya dengan novel Tujuh Manusia Harimau dan juga film tujuh Manusia Harimau:

Latar yang dipakai dalam cerita sinetron ini ialah Bengkulu. Ada sejumlah tokoh utama yang namanya diubah untuk penyesuaian yang bertujuan untuk unsur estetika, contohnya Harwati diganti dengan Karina, Lading Ganda diubah men-jadi Rajo Langit, dan juga sejumlah penamaan tokoh lainnya.

Istilah dan juga bahasa yang dipakai di sinetron diselipkan kosakata dan juga dialek dari bahasa daerah yang lazim digunakan di daerah-daerah Bengkulu seperti yang biasa digunakan penutur bahasa Melayu Tengah dan juga bahasa Rejang. Inyik dijadikan istilah untuk menyebutkan harimau jadi-jadian. Istilah ini tidak didapatkan kepada versi novel dan juga film.

Kitab Tujuh menggunakan aksara Kaganga yang adalah aksara khas suku Rejang. Kisah dalam versi sinetron memiliki kesamaan dengan legenda mengenai suku Rejang yang memang dilegendakan bahwa memang leluhurnya ialah kaum harimau jadi-jadian. Kisah yang disuguhkan jua memiliki kesamaan dengan sejarah konflik suku Rejang dengan suku-suku bangsa terdekat lainnya. Legenda ini masih dipercaya dan juga nyata bersesuaian dengan sejarah yang ada di kalangan suku Rejang dan juga suku Serawai.

Baca Juga: Lagu 7 Manusia Harimau RCTI

tags: