Tata Cara Pelaksanaan Ibadah Haji dan Manasik Haji

Sabtu, Februari 20th 2016. | Berita Islam

Tata Cara Pelaksanaan Ibadah Haji _ Ibadah Haji atau Manazik Haji adalah Ibadah yang wajib dilakukan semua Umat Islam yang memiliki kemampuan untuk melaksanakannya. Dalam melaksanakannya ada sepuluh urutan yang harus dilaksanakan, kesepuluh urutan itu adalah:

  1. Tanggal delapan Dzulhijjah peserta dalam persiapan menuju ke Padang Arafah
  2. Tanggal sembilan Dzulhijjah peserta melaksanakan Wukuf di Padang Arafah
  3. Peserta melaksanakan Mabid di Muzdalifah
  4. Pada tanggal sepuluh, sebelas, dua belas dan tiga belas Dzulhijjah peserta tinggal di Mina
  5. Tanggal sepuluh Dzulhijjah peserta melakukan lontar jumroh Aqobah dan Tahallul
  6. Tanggal sepuluh Dzulhijjah peserta melakukan Tahallul Awal
  7. Tanggal sebelas, dua belas dan tiga belas Dzulhijjah peserta melakukan lontar jumroh Ulla, Wustha dan Aqobah
  8. Peserta melakukan Tawaf Ifadiah
  9. Peserta melakukan Sa’i Haji
  10. Peserta melakukan Tahallul Tsani seandainya tidak sempat melakukan Tahallul di Mina

Pada saat melaksanakan Ibadah Haji lebih baik peserta memakai tas ransel karena tas ransel bisa membawa banyak barang. Barang yang harus ada dalam tas ransel selama melaksanakan Ibadah Haji adalah: pakaian sesudah Tahallul awal, bantal tiup, Al-Qur’an, buku untuk berdoa, gunting dan perlengkapan untuk mandi.

Saat berada di Mina semua Jama’ah Haji berkewajiban untuk: melontar Jumroh Aqobah pada tanggal sepuluh Dzulhijjah kemudian Tahallul awal dengan cara menggunting rambut sebanyak tiga helai; apabila keadaan memungkinkan semua peserta boleh pergi ke Mekkah untuk melaksanakan Thawaf Ifadiah dan Sa’i sebelum matahari terbenam setelah melakukan Tahallul awal; Jama’ah wajib melontar jumroh Ula, Wustha dan Aqobah pada tanggal sebelas dan dua belas Dzulhijjah dan wajib melontar ketiga jumroh itu lagi pada tanggal tiga belas Dzulhijjah  dan setelah itu Jama’ah harus kembali ke Mekkah.

Peraturan Thawaf Ifadiah adalah: pergi ke Ka’bah lalu berhenti di Hajar Aswad; dengan cara mengangkat tangan dan mengecup tangan pergi menghadap ke Hajar Aswad; dengan berdoa memutari Ka’bah sebanyak tujuh putaran; berthenti ke arah Multazam lalu berdoa selesai melaksanakan Thawaf; melaksanakan Shalat Sunat dua raka’at dan berdoa di Makam Ibrahim; menjalankan Shalat Sunat dua raka’at dan berdoa di Hijir Ismail; kemudian berdoa dan meminum Air Zam-zam.

Melaksanakan Sa’i di Bukit Shafa. Kemudian mengangkat tangan dan menghadap Ka’bah. Setelah itu Jama’ah wajib berjalan diawali dari bukit Shafa menuju ke bukit Marwah dengan cara bolak balik sebanyak tujuh kali sambil berdoa. Satu putaran diawali dari berjalan menuju Safa sampe berakhir menuju ke Marwah, selesai satu putaran, kemudian dilanjutkan putaran kedua sampai putaran ke tujuh. Tiap kali melewati dua pilar berwarna hijau wajib hukumnya bagi para pria untuk berlari-lari kecil sambil berdoa. Sesudah selesai melaksanakan kewajiban di Bukit Safa dan Marwah semua Jama’ah wajib berdoa menghadap ke arah Kiblat.

Baca Juga: Rukun dan Wajib Haji & Umrah

Sebelum acara berakhir, semua peserta harus menggunting rambut mereka sebanyak tiga helai yang dinamakan Tahallul Tsani. Setelah melaksanakan Tahallul Tsani, maka seluruh rangkaian Ibadah Haji sudah selesai.ketika memasuki hari terakhir di Mekkah maka diwajibkan bagi semua peserta Jama’ah Haji untuk melakukan Thawaf Wada’ sebelum Jama’ah berangkat ke kota Jeddah. Setelah seluruh rangkaian pelaksanaan Ibadah selesai, semua Jama’ah Haji melakukan perjalanan pulang kembali ke Tanah Air masing-masing dan mendapat gelar sebagai Haji Mabrur karena telah berhasil melaksanakan serangkaian Ibadah di Tanah Suci Mekah. Semua itu adalah serangkaian kegiatan para Jema’ah selama di Mekah.

tags: , ,