Tata Cara Shalat Hari Raya Idul Adha dan Niatnya

Minggu, Mei 1st 2016. | Berita Islam

Bagaimana Cara Dan Niat Shalat Idul Adha _ Bila Hari Raya Idul Adha tiba, para umat muslim akan berbondong-bondong untuk melakukan Shalat Idul Adha. Secara sepintas, Shalat Idul Adha memang sangat mirip dengan Shalat Idul Fitri. Namun ternyata ada perbedaan antara tata cara dan juga niat Shalat Idul Adha dengan Shalat Idul Fitri. Memang secara umum dari namanya saja Shalat Idul Adha dan Shalat Idul Fitri memanglah beda. Dari tujuannya pun juga beda. Pada Shalat Idul Fitri, dimaksudkan untuk berjaga-jaga, jika ada seseorang muslim yang memang belum membayar zakat fitrah pada malam bulan RamAdhan terakhir.

Para muslim bisa menggantinya dengan menunaikan Shalat Idul Fitri ini. Sebaliknya, dalam Shalat Idul Adha, dimaksudkan sebagai langkah awal yang harus dilakukan umat muslim di seluruh dunia  sebelum melkukan penyembelihan hewan kurban. Dalam islam, penyembelihan hewan kurban memang hukumnya wajib bagi yang mampu. Para muslim dapat memilih hewan kurban yang akan disembelih, bisa berupa kambing, sapi, kerbau atau pun unta. Di Indonesia, lazimnya penyembelihan hewan kurban dilakukan sesaat setelah Shalat Idul Adha. Memang dalam islam diperintahkan pada umat muslim untuk menyembelih hewan kurban setelah Shalat Idul Adha atau pada tanggal 10 Zulhijah. Jika tidak berkenan, dapat juga melakukan di 3 hari tasyrik, yakni pada tanggal 11, 12, serta 13 bulan Zulhijah. Berikut ulasan mengenai tata cara sholat hari raya idul adha lengkap.

Niat shalat Idul Adha untuk Imam:

أصلي سنة عيد الأضحي ركعتين إماما للة تعالي

“Ushalli sunnatan li’idil adha rok’ataini imaman lillahi ta’ala”

Artinya: Aku Niat shalat sunnah Idul Adha 2 rakaat selaku imam karena Allah.

Niat Shalat Idul Adha untuk Makmum:

أصلي سنة عيد الأضحي ركعتين مأموما للة تعالي

“Ushalli sunnatan li’idil adha rok’ataini makmuman lillahi ta’ala”

Artinya: Saya Niat shalat sunnah Idul Adha 2 rakaat selaku makmum karena Allah

Panduan Shalat Idul Adha / Idul Fitri:

Shalat sunnah idul adha terdiri dari  (2) rokaat. Rokaat pertama diawali dengan takbirotul ihram disetai dengan niat dan ditambah 7x takbir. Sedangkan rakaat kedua 5 (lima) kali takbir. Lebih lengkapnya sbb:

Bacaan Rakaat pertama:

(a) Baca takbiratul ihram (takbir permulaan shalat) dengan niat shalat idul adha.
(b) Membaca doa iftitah
(c) Membaca takbir 7 (tujuh) kali (selain takbiratul ihram)
(d) Membaca Al-Fatihah
(d) Membaca surat Al-Quran

Bacaan Rakaat kedua:

(a) Membaca takbir 5 (lima) kali.
(b) Membaca Al-Fatihah
(c) Membaca surat Al-Quran.

Sesudah itu sujud rakaat kedua, diikuti dengan tahyat (tasyahud) akhir dan diakhiri dengan salam. Prosesi sesudahnya yaitu khutbah Idul Adha ( bagian tersebut khusus bagi para khatib ).

Bacaan Tiap Takbir Pada Shalat Idul Adha:

Tiap takbir ketika shalat Idul Adha baik rakaat pertama ataupun kedua disunnahkan membaca tasbih yaitu:

سُبْحَانَ اللَّهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَلَا إلَهَ إلَّا اللَّهُ وَاَللَّهُ أَكْبَرُ

“SubhanAllah walhamdulillah walailaha illAllah wAllahu Akbar”

Artinya: Mahasuci Allah dan segala puji bagi Allah dan tiada Tuhan selain Allah dan Allah Mahabesar.

Panduan Khutbah Lebaran Idul Adha:

Khutbah Idul Adha / Fitri terbagi dua diantaranya khutbah pertama dan khutbah kedua. Pada antara 2 khutbah biasanya dipisah dengan duduk sebentar.

Tata cara khutbah:

Membaca takbir 9 (sembilan) kali terus menerus pada khutbah pertama;
Membaca takbir 5 (lima) kali secara terus menerus (tanpa dipisah) di rakaat kedua selain takbir untuk berdiri.
Adapun selain bacaan takbir, semuanya sama dengan khutbah Jum’at dalam segi rukunnya.

Teks Bacaan Takbir Idul Adha:

Takbir pada umumnya :

لله اكبر- الله اكبر- الله اكبر لااله الاالله والله اكبرالله اكبر ولله الحمد

Allahu akbar.. Allahu akbar.. Allahu akbar…..
Laa – ilaaha – illallaahu wallaahu akbar.
Allaahu akbar walillaahil – hamd..

Artinya : Allah maha besar (3X) , Tiada Tuhan selain Allah
Allah maha besar, Allah maha besar dan segala puji bagi Allah
Takbir yang lebih lengkap / sempurna :

اَللَّهُ اَكْبَرْ اَللَّهُ اَكْبَر اَللَّهُ اَكْبَرْ ـ لآاِلَهَ اِلاَّ اللَّهُ ـ اَللَّهُ اَكْبَرْ اَللَّهُ اَكْبَرْ وَلِلَهِ الْحَمْدُ

اَللَّهُ اَكْبَرْ كَبِيْرًا وَالْحَمْدُ لِلَّهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ اللَّهِ بُكْرَةً وَاَصِيْلاً ـ لآ اِلَهَ اِلاَّ اللَّهُ وَلاَنَعْبُدُ اَلاَّ اِيَّاهُ مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنَ وَلَوْكَرِهَ الْكَافِرُوْنَ لآاِلَهَ اِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ صَدَقَ وَعْـدَهُ وَنَصَرَعَبِدَهُ وَاَعَزَّ جُنْدَهُ وَهَزَمَ الْأَحْزَابَ وَحْدَهُ لآ اِلَهَ اِلاَّ اللَّهُ . اَللَّهُ اَكْبَرْ اَللَّهُ اَكْبَرْ وَلِلَهِ الْحَمْدُ

Allahu akbar.. Allahu akbar.. Allahu akbar…..
Laa – ilaaha – illallaahu wallaahu akbar.
Allaahu akbar walillaahil – hamd.

Allahu akbar.. Allahu akbar.. Allahu akbar…..
Allaahu akbar kabiiraa walhamdulillaahi katsiiraa,…
wasubhaanallaahi bukrataw – wa ashillaa.
Laa – ilaaha illallallahu walaa na’budu illaa iyyaahu mukhlishiina lahuddiin walau karihal – kaafiruun, walau karihal munafiqun, walau karihal musyrikun.
Laa – ilaaha – illallaahu wahdah, shadaqa wa’dah, wanashara ‘abdah, – wa – a’azza – jundah, wahazamal – ahzaaba wahdah.
Laa – ilaaha illallaahu wallaahu akbar.
Allaahu akbar walillaahil – hamd.

Artinya:

Allah Mahabesar, Allah Mahabesar, Allah Mahabesar.
Tiada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Allah dan Allah Mahabesar.
Allah Mahabesar dan segala puji hanya bagi Allah

Allah Mahabesar, Allah Mahabesar, Allah Mahabesar
Allah maha besar dengan segala kebesaran,
Segala puji bagi Allah sebanyak-banyaknya,
Dan maha suci Allah sepanjang pagi dan sore.
Tiada Tuhan selain Allah dan kami tidak menyembah selain kepada-Nya dengan memurnikan agama Islam meskipun orang kafir, munafiq dan musyrik membencinya.
Tiada Tuhan selain Allah dengan ke Esaan-Nya. Dia menepati janji, menolong hamba dan memuliakan bala tentara-Nya serta melarikan musuh dengan ke Esaan-Nya.
Tiada Tuhan selain Allah, Allah maha besar. Allah maha besar dan segala puji bagi Allah.

Bacaan takbir tersebut sebaiknya dibaca melalui hati yang khusyuk dalam rangka membesarkan dan memuji Allah Swt. Takbir yang disunnahkan untuk tiap sehabis shalat disebut takbir muqayyad, sedangkan takbir yang disunnahkan tidak pada tiap sesudah shalat disebut dengan takbir mursal.

Memang, perbedaan terletak di niat dan tujuannya. Berdasarkan niat Shalat Idul Adha dan niat Shalat Idul Fitri tadi, tentu kita dapat mengetahui beberapa hal yang kita belum ketahui sebelumnya. Namun, dibalik perbedaan antara Shalat Idul Adha dan Shalat Idul Fitri, ada juga beberapa kesamaan. Kesamaan ini terletak pada bagian rakaat atau jumlah shalat, dan jumlah takbir yang dikumandangkan pada saat shalat. Menurut hadist riwayat Ahmad, diriwayatkan bahwa Shalat Idul Adha dua rakaat, Shalat Idul Fitri dua rakaat, serta Shalat Safar dua rakaat, dan dilaksanakan tanpa waktu qashar atau sekaligus. Takbirny pun juga sama. Menurut penuturan Aisyah tentang shalat Rasulullah SAW, sesungguhnya beliau bertakbir dalam Shalat Idul Adha dan Shalat Idul Fitri sebanyak 12 kali, dengan rincian tujuh kali takbir di rakaat pertama dan 5 kali takbir di rakaat kedua, di samping dua takbir yang dikumandangkan pada saat ruku.

Selain itu, persamaan antara Shalat Idul Adha dan Shalat Idul Fitri juga terletak pada tempat dilaksanakannya. Shalat Idul Adha dan Shalat Idul Fitri memang diutamakan dikerjakan di sebuah tanah lapang yang luas, seperti yang dituturkan oleh hadist riwayat Abu Said Al-Khudri, yang menuturkan bahwa “Rasulullah Nabi Muhammad SAW, biasa keluar melakukan Shalat Idul Adha dan Shalat Idul Fitri menuju tanah lapang. Walaupun tidak dilakukan di tanah lapang juga tidak apa-apa. Selama niat Shalat Idul Adha dan Idul Fitri tulus datang dari hati.

Baca Juga: Bacaan Niat Shalat Hari Raya Idul Fitri

Niat memang meruakan salah satu rukun sahnya shalat. Itu pun juga berlaku pada Shalat Idul Adha. Niat Shalat Idul Adha dapat diucapkan dalam hati. Itupun bebas bisa menggunakan bahasa Arab atau pun bahasa Indonesia yang mudah diucapkan. Ada beberapa pendapat jika ingin shalatnya diterima, memang harus mengunakan bahasa Arab yang merupakan bahasa dari Alqur’an. Namun, jika memang menggunakan bahasa Arab terlalu sulit, bisa juga menggunakan bahasa Indonesia. Kurang lebih artinya menjadi seperti ini, “saya niat Shalat Idul Adha selaku makmum karena Allah.” Jika manjadi imam pun dapat dilakukan dengan menyebut, “selaku imam”.

tags: , , ,